Tirai Hujan

Giovani Virgine

Masih Ada Cerita yang Bisa Dibagi

Malam dan Esok Pagi

Jam berdentang sepuluh kali malam itu saat tak sengaja kita bertegur sapa.

Sembari menghabiskan waktu, aku akan bercerita untukmu.

Lalu kisah, demi kisah, demi kisah,

melewati detik, demi detik, demi detik.

Sekarang tak masalah sekalipun aku harus menunggu

sedetik, seratus detik, sejuta detik

sampai tiba waktu kuucapkan: “Selamat Pagi.”

Hujan

Tak ada yang istimewa pada bulir air yang berlomba menghantam aspal.

Maka kita menolak keluar dan memilih tetap di ruang itu,

Mungkin saja tirai hujan itu memang sengaja,

supaya ceritamu teredam dan tetap menjadi rahasia.

Jika kau tak takut kuyup, kita tembus hujan itu.

Kubawa kau ke ruang ceritaku.

Lalu entah mengapa hujan tampak begitu hangat dan merindu.

Sunyi

Sampai kita pada ruang lain.

Tak ada sedikitpun suara, dan justru tentang sunyi itu kau mulai cerita,

sampai akhirnya kau pun lelah dan terlelap.

Dan barulah aku mengerti apa yang kaumaksud dengan melodi sunyi.

Hanya ada getar nafas dan degup jantungmu, boleh kusebut itu melodi?

Wajahmu sekaligus menjelma mimpi kala kuterjaga.

Aku tak perlu lagi terlelap, dan kau tetap kudekap.

Aku dan Si Pencerita

Ingat saat aku tak mampu membalas kata cintamu?

Kusisipkan kata itu diantara lenguh yang berbalas,

biar tak kentara. Karena sebetulnya aku malu untuk mengusik hatimu.

Tapi kau Si Pencerita, dan aku salah satu ceritamu;

maka aku tak bisa menipumu,

percuma, kau pasti tau jika aku rindu.

Maka sekalian saja kupaparkan, sejelas mungkin

hingga kau jengkel karena tak ada alasan untuk menyela.

Benar memang hanya kau yang kuingin, sekalipun tak pernah utuh.

Sebab cerita-ceritamu sudah cukup mengisi

ruang kosong yang kini lengang sepi.

Tapi bagiku tak pernah cukup, akan selalu kurang.

Itu katamu, dan sungguh aku ingin benar mengerti.

Mungkin belum cukup banyak cerita yang bisa dibagi?

Aku menatap, binar matamu lindap.

Dan sepertinya aku harus menunggu kau mencari cerita lagi

Sendiri.

(Untuk pembuat cerita dan seorang kekasih)

Bekasi, 16 Oktober 2010

Replika 2

ini dia yang selalu kutunggu ketika cahaya mulai surut
dalam ruang kosong bergema sunyi berlarut-larut
bayang-bayang kelabu
yang kunobatkan sebagai replikamu

sengaja diam-diam kucuri
siapa tau kita tak bertemu lagi
kuanggap saja cinderamata
kenangan manis tanpa harus dikemas berpita

sungguh dia mengingatkanku akan kamu
dan sekarang betapa aku ingin membelaimu
menghitung lekuk lengkung ikal rambutmu
dengan sekilas senyummu lekat di keningku

hahh…
lagi-lagi…

kali ini aku tak peduli betapa usang
akan terus kuketatkan pelukanku pada itu bayang-bayang

yang entah mengapa begitu mirip
seperti kata-kata yang jelas-jelas dikutip
dari pikiranku ke genggamanmu
” aku rindu kamu “

Bekasi, 3 Juli 2010

Masih Marah

Hampir mampus aku diercekik kata itu

Setengah tersedak, kukeluarkan juga

Sudah berlendir dan busuk:

“MAAF”

Diam-diam Bercerita

Aku dengar diam kita bercerita.
Tentang riuh-sunyi dan riang-sendu,
Paradoks dan aku-kamu,
Sembari aorta berdenyut rindu.

Maka kubiarkan kata-kata yang terselip di bibirku dicuri lidahmu
Hingga hanya tersisa rintih bertetesan
membasahi telingamu.
Biar dia leluasa,
Karena cuma pada kita dia bisa cerita.
(cuma kita yang tau cara membaginya pula)

Cerita itu yang membawa kita bergerak
Bergerak… dan menari
Menari untuk mengatasi gerak itu sendiri
Menuju diam dan bahkan kehampaan
Sampai akhirnya kita kembali terpesona
pada cerita dalam diam itu sekali lagi

Dan selalu saja kita temukan cerita baru…
Saat ujung-ujung jari kita saling mencumbu
Kulitku tersayat kulitmu,
Kulitmu tercabik kulitku,
Kulit kita tertukar dan kita semakin tak peduli
Karena kita hanya tau berbagi.

Bekasi, 18 Juni 2010

aku coba segala cara

kalau mungkin aku cumbu itu pelangi

biar dia betah tinggal tidak hanya sehabis hujan.

Bekasi, 1 Maret 2010

Na + Cl = NaCl

aku adalah aku

kau adalah kau

namun kutemukan kita menjadi sesuatu yang lain saat ada aku dan kau
seperti Na dan Cl yang menjadi NaCl
kitalah si proton dan si elektron
saling mengikat
saling membutuhkan

lihatlah sekarang kau tetap kau
maka aku tetap aku

karena itu aku benci saat kita berjauhan

Depok, 12 Juni 2009

pengakuan seorang pengecut

ini bukan pernyataan cinta

hanya saat dimana rindu menggigit
membawa resah yang berkawan dengan aliran waktu
ditemani sejuta andai, jika, dan kalau dalam bisikan impuls-impuls neuron
memaksa jantung berdetak terburu
memompa darah lebih deras
meluapkan adrenalin yang merengek menggerakan otot

dan ini bukan pernyataan cinta

karena aku hanya diam

Depok, 6 Mei 2009

Anomali

Kamu kadang membeku atau mencair.

Tapi selalu saja kamu mengalir jauh,

ketempat hatimu lebih dalam terjatuh.

Lari

Saya harus jaga jarak

setidaknya sekian kilometer.

Saya takut kalau kita dekat

mungkin saya bisa mati

ditusuk

ditembak

diracun

oleh kamu.

makanya saya lari

lari

lari.

melodi-sunyi asked: apa kabar rexona-nya?

setia setiap saat.

pertanyaan macam apa ini?